Wisata Religi di Jogja
Wisata religi adalah jenis wisata yang
menarik untuk dikunjungi bagi para wisatawan. Para wisatawan bisa mendapatkan
pengalaman spriritual yang bermanfaat agar mendekatkan diri dengan Sang
Pencipta. Wisata religi menjadi suatu pilihan yang menarik untuk dijadikan
tempat berekreasi dan bisa dijadikan tempat untuk melepas penat dari rutinitas
sehari-hari.
Salah
satu tempat wisata religi di Yogyakarta yang bisa dikunjungi oleh para
wisatawan apabila sedang berkunjung ke Jogja adalah Masjid Jami’ dan Makam Kyai
Nur Iman di Desa Wisata Religi di Dusun Mlangi.Dusun Mlangi terletak di sebelah
Barat laut Kota yogyakarta, tepatnya di Desa Mlangi, Nogotirto, Gamping,
Sleman, Yogyakarta. Pada jaman dahulu, Dusun Mlangi merupakan hadiah atau
pemberian Sultan Hamengku Buwono I terhadap kerabatnya yaitu Kyai Nur Iman yang
bernama asli Pangeran Hangabehi Sandiyo, yang merupakan putra dari RP. Suryo
Putro, putra sulung Kanjeng Susuhunan Pakubuwono I, Kemudian pemberian tersebut
oleh Kyai Nur Iman dijadikan tempat pengembangan agama islam. Kemudian
mendirikan tempat mengajar bagi para santri, atau dalam bahasa jawa dikatakan
mulangi dan akhirnya tersebut Mlangi.
Di
Desa Mlangi ini terdapat sebuah masjid dengan bangunannya yang legendaris yaitu
Masjid Jami’ Mlangi, disebut bangunan legendaris karena masjid ini dibangun
pada masa Kyai Nur Iman, sekitar tahun 1760-an.Masjid ini cukup unik karena
memiliki desain arsitektur mirip dengan keraton. Masjid Jami’ Mlangi berdiri di
atas sebidang tanah Kasultanan seluas 1.000 meter persegi, yang terdiri atas
bagian ruang utama, serambi masjid, ruang perpustakaan, dan halaman masjid.
Bangunan di masjid ini
identik dengan arsitektur Jawa dengan penyangga-penyangga kayu. Konon pada
waktu dulu, soko masjid ini berjumlah 16 buah termasuk empat soko utama di
ruang utama masjid. Di sisi masjid dibangun pesantren, tempat khusus untuk
sholat kaum putri. Di bagian depan, sisi depan, kanan dan kiri masjid terdapat
blumbang sebagai tempat membersihkan kaki jamaah sebelum memasuki masjid.
Namun, bentuk bangunan ini sudah banyak mengalami perubahan. Blumbang yang dulu
mengelilingi masjid, sekarang sudah tidak ada lagi karena ditutup supaya tidak
mengganggu kepentingan irigasi sawah.
Di
sisi barat, utara dan timur laut terdapat makam. Mereka yang dimakamkan di sana
adalah keluarga keraton. Di sisi barat dimakamkan Pangeran Bei. Di utara masjid
terdapat makam Pangeran Sedo Kedaton, yaitu Patih Danurejan pada masa
Hamengkubuwono II. Di sisi timur adalah makam keluarga Pangeran Prabuningrat.
Di sini juga terdapat makam Kyai Nur Iman.Makam Kyai Nur Iman dapat dijangkau
dengan melewati jalan di sebelah selatan masjid atau melompati sebuah kolam
kecil yang ada di sebelah tempat wudlu. Makam itu terletak di sebuah bangunan
seperti rumah dan dikelilingi cungkup dari bahan kayu. Makam itu selalu ramai
sepanjang tahun, terutama pada tanggal 15 Suro yang merupakan tanggal wafatnya
Kyai Nur Iman dan bulan Ruwah. Hanya pada bulan ramadan saja makam itu agak
sepi. Biasanya, para peziarah membaca surat-surat Al-Qur’an dengan duduk di
samping atau depan cungkup makam.
Mengenai islam. Islam memiliki tempat suci yang
dipergunakan untuk ibadah dan sering disebut masjid. Dalam sebuah masjid
semestinya memiliki perlengkapan masjid. Perlengkapan masjid salah satunya jam
digital masjid. Kami memiliki produk jam digital masjid sendiri. Produk kami
memiliki kualitas terbaik dan harga terjangkau. Bagi Anda yang ingin mengetahui
tentang harga jam digital masjid bandung
dapat kalian kunjungi website kami di www.jadwaldigiital.com
Sumber::

Komentar
Posting Komentar